Selasa, 07 November 2017

REVIEW JURNAL SIFAT FISIK DAN MEKANIK PAPAN PARTIKEL DARI CANGKANG BUAH JARAK PAGAR



REVIEW JURNAL SIFAT FISIK DAN MEKANIK PAPAN PARTIKEL DARI CANGKANG BUAH JARAK PAGAR


Penulis Jurnal : Dede Hermawan, Ana Agustina, Ono Suparno, Ika Amalia Kartika  Departemen Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, IPB Jl. Lingkar Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 2Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, IPB Kampus IPB Darmaga P.O. Box 220, Bogor 16002

Reviewer : Perdana Mangapul G
                   37415846 - 3ID06
                   Teknik Industri – Universitas Gunadarma

Formulasi Masalah
Dalam Jurnal ini Penelitian ingin bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik papan partikel dari cangkang buah jarak pagar. Selain itu, juga untuk mengetahui pengaruh perlakuan variasi kadar perekat terhadap kualitas papan partikel.
Hipotesis Penelitian
Saat ini bahan baku untuk memproduksi papan partikel tidak sebatas dari kayu ataupun limbah kayu seiring dengan semakin terbatas dan tingginya harga kayu. Pemanfaatan bahan berlignoselulosa lainnya terutama bahan yang dianggap limbah maupun hasil ikutan (by product) telah banyak dikembangkan sebagai bahan baku papan partikel
Rancangan Penelitian
Penelitian ini dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari satu faktor yaitu variasi kadar perekat dengan tiga taraf perlakuan perekat 12, 14 dan 16% untuk perekat fenol formaldehida dan 10, 12 dan 14% untuk perekat urea formaldehida, baik untuk cangkang dengan pH rendah maupun cangkang tanpa perlakuan penurunan pH.
Metode Pengumpulan Data
Bahan baku dipersiapkan dengan pengeringan cangkang buah jarak pagar untuk mengurangi kadar airnya hingga ±10%. Cangkang buah jarak pagar kering kemudian dikarakterisasi dengan menganalisis kadar air (AOAC 1995, 950.46), kadar minyak (SNI 01-2891-1992), kadar abu (AOAC 1995, 923.03), kadar protein (AOAC 1995, 991.20), kadar serat kasar (SNI-01-2891- 1992) dan kadar karbohidrat (by difference). Perlakuan lainnya yang dilakukan pada penelitian ini adalah penurunan pH cangkang sebelum cangkang tersebut digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan papan partikel, khususnya dengan perekat urea formaldehida. pH cangkang buah jarak pagar yang digunakan pada penelitian ini sebesar 10,15. Hal ini berarti cangkang buah jarak pagar tersebut bersifat basa. Menurut Maloney (1993), urea formaldehida memiliki pH sekitar 7-8 dan performa perekatannya baik pada kondisi asam (pH 4,6-5).
Populasi dan Sampel
Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkang buah jarak pagar yang diperoleh dari Kebun Induk Jarak Balitri-Kementan Pakuwon-Sukabumi, serta perekat urea dan fenol formaldehida yang diperoleh dari PT. Palmolite Adhesive Industri. Kadar padatan (resin) untuk urea dan fenol formaldehida masing-masing adalah sebesar 44% dan 51%. Urea formaldehida yang digunakan dalam penelitian ini tergolong perekat yang kurang tahan terhadap air dan kondisi ekstrim sehingga banyak digunakan untuk keperluan interior.
Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitian
Penelitian dilakukan dengan 2 kali ulangan, dan untuk setiap ulangan papan partikel diproduksi secara duplo. Untuk mengetahui pengaruh antar taraf faktor tersebut, data yang diperoleh dianalisis keragamannya menggunakan α = 0,05 dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan menggunakan aplikasi SPSS 16.0. Untuk mengetahui perbedaan kualitas papan partikel yang dihasilkan dari perlakuan dengan perekat urea formaldehida dan fenol formaldehida, analisis perbandingan rata-rata (independent-samples t test) dilakukan pada papan partikel dengan kadar perekat 12% dan 14%.

Metode pengolahan data
Kerapatan papan partikel cangkang buah jarak pagar dengan perekat fenol formaldehida (PF) berkisar antara 0,8-0,9 g/cm3 , sedangkan dengan perekat urea formaldehida (UF) berkisar antara 0,7-0,8 g/cm3 dan 0,6-0,7 g/cm3 untuk cangkang dengan pH rendah
Kadar air papan partikel cangkang buah jarak pagar berkisar antara 10-17% . Hasil analisis keragaman (α = 0,05) menunjukkan bahwa kadar perekat hanya berpengaruh nyata terhadap kadar air papan partikel pada perlakuan perekat fenol formaldehida dan urea formaldehida dengan pH cangkang rendah. Papan partikel dengan perekat fenol formaldehida mempunyai daya serap air jauh lebih rendah (< 75%) dibandingkan papan partikel dengan perekat urea formadehida, baik yang diproduksi dari cangkang tanpa perlakuan penurunan pH (> 80%) maupun dengan perlakuan penurunan pH (> 138%). Peningkatan jumlah perekat yang ditambahkan cenderung menurunkan daya serap air papan partikel yang dihasilkan. Hasil pengujian pengembangan tebal papan partikel selama 24 jam berkisar antara 30-70%. Hasil analisis keragaman (α = 0,05) menunjukkan bahwa kadar perekat hanya berpengaruh nyata terhadap pengembangan tebal papan partikel setelah perendaman selama 24 jam pada perlakuan dengan perekat fenol formaldehida dan urea formaldehida dengan pH cangkang rendah. Kekuatan lentur atau modulus of elasticity (MOE) merupakan ukuran ketahanan produk dalam mempertahankan perubahan bentuk akibat adanya beban (Bowyer et al., 2003). Lebih jauh, kekuatan lentur menunjukkan perbandingan antara tegangan dan regangan benda untuk kembali ke bentuk semula apabila beban dilepaskan di bawah batas elastisnya (Mardikanto et al., 2009). Keteguhan patah atau modulus of rupture (MOR) merupakan kekuatan lentur maksimum material hingga material tersebut patah (Mardikanto et al., 2009). Hasil pengujian MOR papan partikel berkisar antara 9-56 kgf/cm2.
Kesimpulan
Papan partikel dari cangkang buah jarak pagar mempunyai sifat fisik dan mekanik yang cukup memadai tetapi belum memenuhi standar JIS A 5908-2003, kecuali kerapatan dan IBnya. Sifat fisik dan mekanik papan partikel dengan perekat fenol formaldehida secara umum lebih baik daripada dengan perekat urea formaldehida. Semakin tinggi kadar perekat yang ditambahkan pada papan partikel cangkang buah jarak pagar maka sifat mekanik (MOE, MOR, IB dan kuat pegang sekrup) semakin meningkat, sedangkan untuk sifat fisik (kadar air, daya serap air dan pengembangan tebal) cenderung menurun. Pada kadar perekat fenol formaldehida tertinggi (16%), sifat fisik dan mekanik papan partikel terbaik yang diperoleh adalah kerapatan 0,87 g/cm3 , kadar air 11%, pengembangan tebal 37%, daya serap air 57%, MOE 5895 kgf/cm2 , MOR 56 kgf/cm2 , IB 3,4 kgf/cm2 , dan kuat pegang sekrup 22 kgf.

https://drive.google.com/file/d/1vk-pDXvcI4kebG1slfHq2XnbxBIvDf9Q/view 

Senin, 09 Oktober 2017

REVIEW JURNAL MODEL PEMILIHAN VENDOR TRUCKING PRIORITAS DAN ALOKASI ORDER UNTUK DELIVERY PROJECT ACCOUNT PERFETTI VAN MELLE INDONESIA

REVIEW JURNAL - METODE PENELITIAN


REVIEW JURNAL MODEL PEMILIHAN VENDOR TRUCKING PRIORITAS DAN ALOKASI ORDER UNTUK DELIVERY PROJECT ACCOUNT PERFETTI VAN MELLE INDONESIA

Penulis Jurnal : Erna Mulyati, Made Prima Widyapurna
Politeknik Pos Indonesia, Jl. Terusan Sari Asih No. 54 Bandung  40151 – Indonesia

Reviewer : Perdana Mangapul G
                   37415846 - 3ID06
                   Teknik Industri – Universitas Gunadarma

Formulasi Masalah
Bagaimana cara mempertimbangkan begitu banyak variable-variabel keputusan yang bersifat linguistic. Linguistic adalah variabel-variabel yang mengandung ketidakpastian sehingga mengandung kemungkinan keputusan yang salah dalam memilih vendor dalam pengiriman barang yang paling terbaik
.
Hipotesis Penelitian
Segmen transportasi merupakan kontributor terbesar dalam biaya logistik yang diikuti oleh freight forwarding dan pergudangan. Biaya logistik merupakan faktor penting yang digunakan dalam pemilihan Third Party Logistic (3PL). Penggunaan Third Party Logistic (3PL) selama ini telah mengurangi biaya logistik perusahaan, sehingga banyak perusahaan yang menggunakan jasa Third Party Logistic (Frost dan Sullivan, 2007). Menurut Frost dan Sullivan, (2007), biaya logistik di Indonesia sangat tinggi (19.5%) dibandingkan dengan negara ASEAN yang lainnya, seperti Malaysia (12.5%) dan Singapura sebesar 8.1%
Rancangan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan alasan ditemukannya penuruna casefill performase untuk total kiriman dari bulan maret sampai dengan bulan mei sebesar 3%.

Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data pada perusahaan PT Damco Indonesia menggunakan 3 metode yaitu:
1.Metode fuzzy synthetic evaluation yaitu metode yang digunakan untuk mencari nilai kinerja dari alternative atau mitra kerja yang ada. Dalam pengolahan data ada beberapa tahapan yang harus dilakukan sebagai berikut:
      
a. perumusan kuesioner 1 dan penetapan respon
            b. perumusan kuesioner 2 dan penetapan respon
c. Penyebaran kuesioner dan pengumpulan nilai matriks melalui lembar     penilaian
d. membuat tabulasi dan matriksdari hasil kuesioner 1
e. berdasarkan penjumlahan matriks tadi kemudian dibuat plot berupa grafik perkategori dari        respon kualitatif (kuesioner 2)
f. menentukan fungsi keanggotaan
g. membuat matriks R
h. mengkomposisikan matrik W dan matrik R
2. Metode vogell approximation method (VAM) yaitu metode untuk penentuan table awal algoritma transportasi. Metode ini digunakan untuk memilih harga –harga ongkos tiap-tiap baris kemudian menghitung selisih antara ongkos terkecil dengan ongkos terkecil berikutnya.
3. Metode distribution method digunakan untuk optimalitas table dari matriks yang dibentuk dari method vogell approximation method dengan cara menghitung opportunity cost pada sel-sel yang tidak terkena alokasi distribusi.

Populasi dan Sampel
Perusahaan ingin mencari vendor yang paling terbaik dari semua perusahaan yang bermitra dengan PT Damco Indonesia ada 8 perusahaan vendor pengiriman yang dipilih sesuai yang dikategorikan memenuhi keinginan perusahaan yaitu PT Adi Sarana Armada (ADR), Berkat Bahada Cargo (BBC), Muna Jaya Expres (MNJ) , Arti Guna Mandiri (AGM), PT Bamanja (BMJ), Nasa Mustika Transport (NSM), Prima Sarana Ekspress (PRX) dan PT Sumber Dwi Tunggal (SDT)

Skala Pengukuran dan Instrumen Penelitian
Perusahaan menetapkan akan memilih 2 vendor yang memiliki kinerja paling baik dan memenuhi 5 kiteria perusahaan yaitu harga/tarif, network coverage, office equipment (EDI link, Email capability, Internet banking), infratruktur (Global Positioning System dan Waybill Tracing) dan kualitas pelayanan. Maka 2 vendor perusahaan itu adalah PT Armada Sarana Armada dan Muna Jaya Express dengan nilai paling tinggi dari 6 vendor yang lain yaitu sebesar 0,22 sesuai dengan batas yang diinginkan perusahaan.

Metode pengolahan data
Data vendor pada perusahaan  menggunakan perbandingan nilai kinerja yang terbaik yaitu metode fuzzy synthetic evaluation didapatkan 2 perusahaan vendor yang terpilh untuk pengiriman 3 produk yaitu Alpenliebe, HD White Blister dan mentos dimana total biaya optimal yang diperoleh untuk seluruh kiriman adalah RP.8.467.347.-


Rabu, 14 Desember 2016

Makalah Tentang Politik dan Strategi Nasional



BAB I
PENDAHULUAN
A.     LATAR BELAKANG
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang berkedaulatan dan merdeka. Bangsa yang merdeka tentunya akan mengatur urusan dalam negerinya sendiri. Sejak peristiwa proklamasi di tahun 1945, terjadi perubahan yang sangat mendasar dari negara Indonesia, terutama tentang kedaulatan dan sistem pemerintahan dan politik. Pada awal masa kemerdekaan, kondisi politik Indonesia belum sepenuhnya baik. Kondisi indonesia masih morat-marit dan tidak stabil. Namun, setelah beberapa tahun berlalu kondisi internal Indonesia sudah mulai teratur dan membaik. Selangkah demi selangkah Indonesia mulai membenahi dan mengatur sistem pemerintahannya sendiri. Pada saat terjadi perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat, banyak negara yang terpengaruh oleh kedigdayaan kedua negara tersebut. Kedua negara tersebut saling  berlomba ntuk menunjukkan kepada dunia siapa yang lebih hebat. Untuk melancarkan usaha mereka tersebut, mereka banyak meletakkan pengaruh di beberapa negara dunia sehingga negara-negara tersebut akan mendukung usaha dan tindak tanduk mereka. Mereka saling berlomba dalam segala hal, mereka berlomba untuk mendapatkan simpati dan empati serta bantuan dari negara-negara di dunia. Oleh karenanya banyak negara-negara di dunia yang menjadi pengikut mereka. Pada saat itu dunia di bagi dalam dua kelompok,  blok barat dan blok timur. Akan tetapi, bangsa Indonesia tidak terpengaruh oleh keadaan yang terjadi. Indonesia dan beberapa negara lainnya berkoordinasi dan membentuk sebuah kelompok yang tidak memihak salah satu dari kedua blok tersebut, kelompok tersebut dikenal dengan gerakan negara-negara non-blok Pada saat itu Indonesia menganut politik bebas aktif yang berarti tidak terikat dengan salah satu kelompok yang ada pada saat itu, dan aktif yang  berarti aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mengembangkan kerja sama antar negara-negara di dunia di segala bidang. Selain itu Indonesia juga menetapkan strategi nasional untuk mengembangkan negara dan menjaga keutuhan negara.
B.     RUMUSAN MASALAH
  • Pengertian Politik ?
  • pengertian Strategi ?
  • penyusunan Politik dan Strategi Nasional ?






BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Politik
Kata politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu “Politeai”. “Politeai” berasal dari kata “polis” yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu negara dan “teai” yang berarti urusan. Bahasa Indonesia menerjemahkan dua kata Bahasa Inggris yang berbeda yaitu “politics” dan “policy” menjadi satu kata yang sama yaitu politik. Politics adalah suatu rangkaian asas (prinsip), keadaan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan atau cita-cita tertentu. Policy diartikan kebijakan, adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap dapat lebih menjamin tercapainya suatu usaha, cita-cita atau keinginan atau tujuan yang dikehendaki. Politik secara umum adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem tersebut dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut, meliputi Pengambilan Keputusan (decision making), mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih. Untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan Kebijaksanaan-kebijaksanaan Umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian dari sumber-sumber dan resources yang ada. Untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan itu perlu memiliki kekuasaan (power) dan wewenang (authority), yang digunakan untuk membina kerjasama dan untuk menyelesaikan konflik yang timbul dalam proses ini. Hal itu dilakukan baik dengan cara meyakinkan (persuasif) maupun paksaan (coercion). Tanpa adanya unsur paksaan maka kebijaksanaan hanya merupakan perumusan keinginan (statement of intent) belaka.
B.     Pengertian Strategi
Kata strategi berasal dari kata “strategia” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “the art of general” atau seni seorang panglima yang biasa digunakan dalam peperangan. Karl Von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa startegi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan saja, akan tetapi sudah digunakan secara luas termasuk dalam ilmu ekonomi maupun di bidang olah raga. Arti strategi dalam pengertian umum adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau tercapainya suatu tujuan termasuk politik. Dengan demikian kata strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer saja, tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu yang menggunakan dan mengembangkan kekuatan-kekuatan (ideologi, politik, ekonomi, sos bud dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya


C.    Pengertian Politik Dan Strategi Nasional (Polstranas)
1.      Pengertian Politik Nasional
Politik Nasional adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan dan pengendalian) serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Dalam melaksanakan politik nasional maka disusunlah strategi nasional. Misalnya strategi jangka penedek, jangka menengah dan jangka panjang. Strategi Nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran-sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.
2.      Dasar Pemikiran Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional
Dasar pemikirannya adalah pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Landasan pemikiran dalam sistem manajemen nasional ini penting artinya karenadidalamnya terkandung dasar negara, cita-cita nasional dan konsep strategis bangsa Indonesia.
3.      Penyusunan Politik Dan Strategi Nasional
Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat dimana jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 disebut sebagai “Suprastruktur Politik”, yaitu MPR, DPR, Presiden, BPK dan MA. Sedangkan badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai “Infrastruktur Politik”, yang mencakup pranata-pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group) dan kelompok penenkan (pressure group). Antara suprastruktur dan infrastruktur politik harus dapat bekerja sama dan memiliki kekuatan yang seimbang.
Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional ditingkat suprastruktur politik diatur oleh Presiden (mandataris MPR). Dalam melaksanakan tugasnya ini presiden dibantu oleh lembaga-lembaga tinggi negara lainnya serta dewan-dewan yang merupakan badan koordinasi seperti Dewan Stabilitas Ekonomi Nasional, Dewan Pertahanan Keamanan Nasional, Dewan Tenaga Atom, Dewan Penerbangan dan antariksa Nasional RI, Dewan Maritim, Dewan Otonomi Daerah dan dewan Stabitas Politik dan Keamanan. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik dilakukan setelah Presiden menerima GBHN, selanjutnya Presiden menyusun program kabinetnya dan memilih menteri-menteri yang akan melaksanakan program kabinet tersebut. Program kabinet dapat dipandang sebagai dokumen resmi yang memuat politik nasional yang digariskan oleh presiden. Jika politik nasional ditetapkan Presiden (mandataris MPR) maka strategi nasional dilaksanakan oleh para menteri dan pimpinan lembaga pemerintah non departemen sesuai dengan bidangnya atas petunjuk dari presiden.Apa yang dilaksanakan presiden sesungguhnya merupakan politik dan strategi nasional yang bersifat pelaksanaan, maka di dalamnya sudah tercantum program-program yang lebih konkrit untuk dicapai, yang disebut sebagai Sasaran Nasional. Proses politik dan strategi nasional di infrastruktur politik merupakan sasaran yang akan dicapai oleh rakyat Indonesia dalam rangka pelaksanaan strategi nasional yang meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sos bud dan hankam.Sesuai dengan kebijakan politik nasional maka penyelenggara negara harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembinaan terhadap semua lapisan masyarakat dengan mencantumkan sebagai sasaran sektoralnya. Melalui pranata-pranata politik masyarakat ikut berpartisipasi dalam kehidupan politik nasional. Dalam era reformasi saat ini peranan masyarakat dalam mengontrol jalannya politik dan strategi nasional yang telah ditetapkan MPR maupun yang dilaksanakna oleh presiden sangat besar sekali. Pandangan masyarakat terhadap kehidupan politik, ekonomi, sos bud maupun hankam akan selalu berkembang hal ini dikarenakan oleh:
  • Semakin tingginya kesadaran bermasyarakat berbangsa dan bernegara.
  • Semakin terbukanya akal dan pikiran untuk memperjuangkan haknya.
  • Semakin meningkatnya kemampuan untuk menentukan pilihan dalam pemenuhan kebutuhan hidup.
  • Semakin meningkatnya kemampuan untuk mengatasi persoalan seiring dengan semakin tingginya tingkat pendidikan yang ditunjang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Semakin kritis dan terbukanya masyarakat terhadap ide-ide baru.














BAB III
PENUTUP
A.    kesimpulan
Politik nasional adalah suatu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional.Strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional. Strategi nasional disusun untuk melaksanakan politik nasional, misalnya strategi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

B.     Tanggapan
Kata strategi berasal dari kata “strategia” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “the art of general” atau seni seorang panglima yang biasa digunakan dalam peperangan. Karl Von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa startegi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan saja, akan tetapi sudah digunakan secara luas termasuk dalam ilmu ekonomi maupun di bidang olah raga. Arti strategi dalam pengertian umum adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau tercapainya suatu tujuan termasuk politik. Dengan demikian kata strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer saja, tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu yang menggunakan dan mengembangkan kekuatan-kekuatan (ideologi, politik, ekonomi, sos bud dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya










DAFTAR PUSTAKA


        https://gabriellaaningtyas.wordpress.com/2013/07/15/politik-dan-strategi-nasional/
                 http://www.academia.edu/9736601/MAKALAH_POLITIK_DAN_STRATEGI_NASIONAL
        http://www.kompasiana.com/nurdiansyahrachman/pengertian-politik-dan-strategi-nasional_552fe84b6ea8342b648b45c2